Jumat, 14 September 2012

TERLALU MANIS UNTUK DILUPAKAN


Sekarang gue mau lanjut beberapa lagu lain dengan kisahnya masing-masing yang mengharu biru perasaan gue, karena membawa gue ke masa lalu… Masa-masa yang klo Slank bilang sih, “Terlalu manis untuk dilupakan..” Memory that will last forever..Things I don’t ever want to forget..

5. Bersama Keluargaku

“Bersama keluargaku melayani Tuhan. Bersatu s’lamanya mengasihi Engkau…Bagi kami, Engkau segalanya.”

Dulu gue gak percaya, bahwa sebuah pernikahan yang bahagia itu ada. Hubungan orang tua gue kurang baik. They fought almost everyday before they finally decided to get divorce..My childhood was a nightmare :(  Suatu ketika, saat ibadah khusus di gereja, para penatua berserta keluarga mereka naik ke panggung menyanyikan lagu ini. I was touched and tears were falling from my eyes.

Salah satu keluarga yang menyanyi di atas panggung kala itu adalah pembimbing rohani gue. She & her husband  love God so much..They also love each other deeply..They are my inspirator and my role model.. They treat and spoil each other sweetly..They're the reason why I believe that true love does exist. Pernah gak sengaja nguntit mereka di sebuah mall..Pengen liat bagaimana mereka kalo lagi gak di depan jemaat..Guess what? Bahkan jauh lebih manis dan romantis.. Gue mungkin gak tahu kapan tanggal mereka menikah dan anniversary ke berapa yang mereka rayakan tahun ini, tapi gue tahu banget kalo "they’ll live happily ever after".

Gue bilang sama Tuhan, kalau gue pengen punya keluarga seperti mereka, di mana Allah adalah segala-galanya. Bersyukur sekarang gue menikmati sebuah pernikahan yang bahagia. Walau baru 10 tahun dan masih panjang waktu yang akan kami lalui. Tapi gue percaya, selama kami mengutamakan Tuhan di atas segala-galanya, gelombang badai hidup tidak akan mampu menghempaskan kami.

6. Kecaplah Dan Lihatlah

“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu. Rasakan dan nikmati, kasih setia Tuhan.”

Once upon a time, gue ditunjuk koordinator pelayanan gue untuk menjadi ketua panitia KKR di wilayah Blok M. Brosur dibikin, dana dicari, semua persiapan dan kerempongan dikerjakan dengan semangat 45. Tibalah hari “H”, dengan semangat berapi-api, kami pengurus dan panitia datang ke gedung tempat acara diadakan. Tunggu punya tunggu, sampe sudah lewat 1 jam dari waktu yang ditentukan, gedung tetap kosong binti sepi. Jemaat yang hadir cuma 1 orang, yaitu Aya, yang adalah sohib gue dari SMA, selebihnya adalah panitia dan anggota PD Blok M. Nyeseeeeeek banget gue..! Mana malunya bok, rasanya langit runtuh..ha ha ha (lebay!). Gue lari ke mobil dan mogok gak mau keluar, sampe pembimbing rohani gue turun tangan untuk ngebujuk gue masuk ikut ibadah.

Nah, lagu ini adalah tema yang gue ambil untuk KKR malam itu. Ha ha ha….Tiap kali denger lagu ini, gue pasti teringat akan kejadian menyedihkan tetapi juga kocak itu. Dulu waktu mengalaminya sih gue nangis termehek-mehek, tetapi sekarang, gue bisa cekikikan kalo inget peristiwa tersebut. Tapi melalui kejadian ini gue belajar, bahwa kegagalan tidak membuat gue harus menyerah dan berhenti. Coba lagi dong aaaah!

7. Dan ‘Ku Kan Menari

“Kau t’lah ubah ratapanku, menjadi tarian. Kau hapuskan keluh kesahku, gantikan dengan pujian….Dan ‘ku kan menari..Di hadapan Raja ‘ku menari..Sambil memuji-Mu ‘ku menari..Kaulah sukacitaku Tuhan..”

Nyambung dengan kejadian KKR di atas, gue yang semula down, di-encourage untuk membuat lagi KKR. Pembimbing gue bilang gini, “Adet, kalau gagal sekarang, jangan pundung dong. Justru kamu harus buat lagi, dengan target yang jauh lebih besar!” Itulah pentingnya punya mentor ya booook!!!! Rugi deh kalo loe gak mau dimuridkan :D

Setahun kemudian, KKR kembali kita selenggarakan dengan tema “JOY” (giliiiiing gue masih inget aja ha ha ha). Kali ini gak main-main, tempat yang kita pilih waktu itu adalah Gedung Granada yang sekarang jadi Balai Sarbini. Tepat di tengah Jakarta dengan target 1000 orang dan dana yang fantastis. Jumpalitan kita ngerjainnya. Cari dana sampe ngos-ngosan ha ha. Naik turun bis untuk ngamen, jual perhiasan hadiah dari Nyokap, keliling nyodorin proposal sampe ngumpulin barang bekas untuk dijual. Gak cuma cari dana, kita juga bikin tim doa yang kuat dengan jam doa puasa yang gak putus. Sementara yang lainnya keliling ke sekolah-sekolah untuk publikasi plus nyebarin brosur di jalan-jalan.

Tuhan benar-benar ubah ratapan kami jadi tari-tarian malam itu. Gedung penuh dengan orang-orang yang dijamah Tuhan dengan suasana pujian yang begitu luar biasa. Lagu di atas bener-bener menggoyang Granada. Gue dan semua orang yang ada di dalam gedung itu nari-nari dengan penuh sukacita. Puncaknya, ketika tantangan pertobatan, anak-anak muda menyemut maju ke altar untuk menerima Yesus. Pemandangan yang jauh lebih indah dari sunset di Kuta Bali (sedaaaaaap!) he he he.
See, jangan pernah berpikir untuk menyerah! Coba kalo gue nyerah, gue akan kehilangan pengalaman ini, kan? Rugi deeeeh..:D


To be continue…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar