Kamis, 13 September 2012

MUSIC DOES CREATE ATMOSPHERE


Bukan nuduh atau suudzon ya, tapi gue rasa setiap orang pasti pernah mengalami fase lunturnya pudarnya rasa cinta terhadap pasangannya. Atau supaya gak ekstrim gue bilangnya fase jenuh. Masih berkomunikasi dengan baik, masih tidur bareng, tapi perasaan di hati lempeeeeng aja. Gak ada letupan-letupan gimanaaaaa gitu, seperti awal-awal kita jatuh cinta. Dulu liat dia senyum aja tuh dada kita kaya mau pecah. Begitu terima sms dari doi, dari laper mendadak langsung kenyang (yak, ini jelas banget lebaynya hihihihi).

Begitu juga dengan hubungan kita dengan Tuhan. Mungkin kita masih beribadah, Saat Teduh, memuji n menyembah, bahkan melayani, tetapi kita melakukannya dengan perasaan yang datar. Gak dengan rasa rindu yang menggebu-gebu. Semua sudah menjadi sebuah ritual biasa. Secara tampak luar memang kondisi kita masih baik-baik saja, tetapi kalo gak buru-buru kita bereskan, ini akan menjadi hal yang berbahaya. Tuhan peringatkan, bahwa kehilangan cinta mula-mula tuh sebuah hal yang gak Dia suka (Wahyu 2).

Ketika gue merasa jenuh, biasanya yang gue lakukan adalah merestorasi playlist di hp dan komputer gue. Music does create atmosphere :D. Tembang-tembang Greatest Memory akan memenuhi playlist tersebut. Ada lagu-lagu rohani yang memiliki arti khusus buat gue, karena lagu-lagu tersebut menjadi lagu sountrack kisah KITA (gue dan Bapa).

1. Sukacita Penuaian

“Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang bermimpi. Waktu itu mulut kita penuh dengan tawa, lidah kita dengan  sorak sorai….”

Setiap kali mendengar lagu ini, entah kenapa mata gue cenderung untuk berkaca-kaca, walaupun lagu ini memiliki beat yang cukup cepat dan bukan lagu slow melow. Karena lagu ini mengingatkan gue akan suatu malam di mana gue sedang bergumul untuk pemulihan keluarga gue, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, gue menerima janji Allah yang begitu rhema. Pertama kali gue denger apa itu “Suara Tuhan”. Dan, beberapa tahun kemudian, gue melihat Allah menepati janji-Nya ini.

2. Ke Manakah Aku Dapat Pergi

“Ke manakah aku dapat pergi menjauhi Roh-Mu Tuhan? Kuberlari mendaki ke langit, namun Engkau ada di sana…”

Gue inget banget waktu itu gue lagi “bandel” dan jatuh setelah sebelumnya gue memberi diri gue untuk sungguh-sungguh ikut Tuhan. Pulang dugem (istilah ABG jaman sekarang), gue masuk ke kamar Nyokap untuk tidur. Iseng gue nyalain tape dan kemudian lagu ini berkumandang. Tiba-tiba tuh dada gue terasa nyeeeezzzzz banget. Gue nangis nyesel sendirian di kamar. Malam itu Roh Kudus menarik gue kembali ke hadirat-Nya.

3. My Heart Will Trust In You

“Though I'll walk through valley's low, I'll fear no evil...By The Water still my soul, my heart will trust in You...”

Lagu ini juga daleeeem banget buat gue. Waktu itu gue dan beberapa rekan dalam perjalanan misi ke Lampung. Gue bawa mobil dan bisa dibilang semua yang ikut itu perempuan. Gak ada laki-laki macho yang mengawal kita. Untuk ke tempat yang kita tuju, kita melewati daerah yang cukup mengerikan. Hutan dengan jalanan yang jelek, gelap binti sepi, plus gosip banyak perampokan terjadi di tempat itu. Ngeri lah pokoknya. Well, tapi gue menolak untuk takut dong ah! Then, God put this song in my mouth. Gue nyanyiin lagu ini berulang-ulang, sampai iman pun bangkit. Ketika esoknya kami mengalami kecelakaan dan ditodong senjata tajam (mirip clurit gitu) oleh orang yang gak kami kenal pun, lagu ini kembali terngiang-ngiang di hati gue. Entah kenapa gue bisa tenang menghadapi orang-orang tersebut, sampe akhirnya Tuhan menolong dengan cara ajaib-Nya, sehingga kita bisa meneruskan perjalanan dan pulang dengan selamat (walau mobil penyok di mana-mana) he he he.

4. Selain Kau Tiada Yang Lain

“Selain Kau tiada yang lain, ada padaku di sorga. Selain Kau tiada yang lain, yang kuingini di bumi…”

Sebagai Ababil (ABG LABIL), tentulah gue pernah patah hati :D. Dan, kehilangan seseorang yang gue sayang itu bukan hal yang mudah untuk gue lewati, bahkan sampai hari ini. Kehilangan Nyokap Januari lalu masih bikin gue galau dan termehek-mehek, persis kaya waktu gue patah hati dekade silam. Tapi, lagu ini selalu berhasil bikin gue kembali berserah penuh kepada kehendak Allah. Gue inget waktu itu gue lagi nemenin temen yang latihan musik untuk pelayanan Minggu, gue denger lagu ini untuk pertama kalinya. Malamnya sebelum tidur, gue terngiang lagi akan lagu ini. Saat itu Tuhan seperti menantang gue.
“Li, kamu pilih saat ini, dia atau AKU. Pilihlah malam ini anak-Ku, bukan mereka tapi Aku. Kau akan lihat bahwa tak pernah tak yang terbaik yang Kuberikan dan rancangkan untuk hidupmu.."
And I chose My Heavenly Father that night :D

Well, kalo gue list masih banyak lagi lagu-lagu memory yang mengiringi perjalanan gue bersama Bapa di sorga, di mana masing-masing lagu punya cerita yang khusus dan so sweet (bacanya dengan nada centil ya..). Lagu-lagu galau yang bikin hati gue akan kembali berdegub kencang, mata berkaca-kaca karena melalui lagu-lagu tersebut, Tuhan membawa gue kembali melihat kasih-Nya yang duahsyat luar biasa. Lain kali gue akan share lagi..Sekarang cukup dulu yaaaa. Kudu pulang ke rumah hehehe
So, kalo loe jenuh, coba deh puter kembali lagu-lagu nostalgia loe dengan Bapa. It works on me..GBU…

*While I’m writing this note, I get overwhelming by His Grace.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar