Kamis, 19 Mei 2016

SEBUAH KESAKSIAN

 
 It’s been a while since I wrote my last diary… Bukan karena tidak ada yang bisa diceritakan tetapi justru terlalu banyak hal yang terjadi, sehingga bingung bagaimana menuliskannya. Well, tetapi dari semua hal yang terjadi dalam hidup gue, satu kalimat saja yang dapat gue tulis dan saksikan, bahwa Roh Kudus itu Pribadi yang nyata, Penolong yang setia, Penuntun yang berbicara. Tahun 2015 dan 2016 adalah tahun pernuh pergolakan dalam hidup gue tetapi juga tahun yang penuh dengan mujizat dan kemurahan Tuhan. Mengawali tahun 2015, bokap gue jatuh sakit dan vonis dokter cukup mengkhawatirkan. Kami, anak-anaknya ditelepon untuk datang dan kumpul. My relationship with my dad is kinda bizarre..No news is a good news for us. So, tiap kali beliau telpon, pasti karena ada sesuatu (hehehe). Dia ceritakan sakitnya dan apa kata dokter, lalu ia juga membahas soal warisan jika saja ia dipanggil Tuhan (Maaaak, serem bener pan!). Tetapi justru lewat kejadian itu, gue dapat kesempatan untuk kembali membagikan soal prinsip lahir baru dan keselamatan, dan malam itu juga dapat memimpin beliau untuk menerima Yesus sebagai Tuhan sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tidak hanya lahir baru, kesehatan Bokap berangsur pulih dan warisan belum perlu dibagi (wkwkwkwkwk)! Haleluya! 
 
Lalu beberapa bulan kemudian, saat sedang cuci muka malam hari, tiba-tiba di dalam hati sebuah suara seperti berbicara, “Li, kamu hubungi si K yah. Dia lagi gak bener tuh.” Weleh, gue lsg stress, saudara-saudara! Kenapa? Karena ada beberapa orang di dalam hidup gue, yang paling bikin gue gak mau lihat hidupnya menderita atau blangsak. Ya, sebenarnya siapa sih yang mau liat orang menderita n blangsak? Tetapi khusus untuk beberapa orang ini, derita mereka adalah air mata gue dan bahagia mereka adalah tawa gue. (ceileeeeh!) So, waktu gue bbm dia dan ternyata benar, energi gue rasanya kesedot pisan. Setiap kali gue berdoa dan menyebut namanya, nangis gue kaya orang gak dapet gaji setahun, terus jalan kesandung batu, lalu nyemplung ke got kotor (hahahaha lebay!). Tetapi Tuhan baik bangeeet! He sees each tears that fall from my eyes and answers my prayer. Dalam sebuah doa, Roh Kudus ingetin gue akan sebuah janji Tuhan, bahwa His love will never fail. Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan-Nya. Gue mulai melihat Allah sedang bekerja memulihkan mereka. Dalam pekan doa kemarin, kembali gue dengar suara Roh Kudus dan meneguhkan gue dengan kalimat ini, “Everything that was stolen shall be returned unto me!” And I say Amen to that promise! 
 
Pertengahan tahun 2015, kehidupan dan pelayanan gue mengalami pergolakan dan perombakan besar. Pilihannya cuma 2, berhenti atau terus tetapi tentu bukan perjalanan yang mudah. Yang paling gue takutin di hidup gue itu cuma satu, yaitu: TUHAN! Gue tentu juga takut sama kemiskinan, kekurangan dll, tetapi yang paling gue takutin itu kehilangan DIA. Jadi untuk memutuskan perkara ini, gue sangat perlu cari apa maunya TUHAN. Ijinkan gue mengutip perkataan Musa yang menjadi prinsip gue, bahwa kalau perkenanan Tuhan gak ada, gue gak mau kemana-mana! Then again The Holy Spirit spoke and comfort me. Ia menyatakan janji-Nya, bahwa tidak ada tempat yang lebih indah dari pada hidup di dalam panggilan Tuhan. Gak ada harga yang perlu gue bayar selain ketaatan, karena untuk pekerjaan-Nya, Ia juga yang akan sediakan segala sesuatu yang gue perlukan. Lalu seorang adik meneguhkan dengan perkataan ini, “Li, elo kan bukan hamba uang tetapi hamba Tuhan. Hamba Tuhan tuh melayani Tuhan, jadi pelayanan elo harus jalan bukan didasari dari ada uangnya atau gak!” Jleb kan boooooook!???
”He won’t bring us this far just to leave us in the middle of the road.” Saat kita melangkah dengan iman, saat itu juga mujizat Ia nyatakan. Bulan Juni, kami dihadapkan dengan kebutuhan keuangan yang gak sedikit. Sekitar Rp. 50 juta uang harus kami punya untuk membayar kontrakan panti, renovasi, kontrakan rumah, kebutuhan anak-anak sekolah dll. Dan kami gak punya apa-apa. Tiap kali Jeremy or Ezra pulang sekolah dan bilang ada ini itu yang mesti dibayar, gue cuma bisa ketawa dan bilang, “Iya nanti ya kita bayar.” Adik gue menawarkan bantuan untuk membayar sekolah anak-anak, tetapi gue menolak. Beliin tas, pulsa, traktir dll. (hal-hal yang tertier sifatnya) gue gak masalah malak mereka, tetapi untuk kebutuhan anak-anak, rasanya masa sih Tuhan gak bisa beri gue? Masa sih Tuhan biarkan hamba-Nya terlunta-lunta dan kekurangan? 
 
Hari demi hari kami jalani dengan mengandalkan Tuhan. Singkat cerita, saat akhir tahun 2015, dan gue kilas balik kehidupan selama tahun 2015, gue cuma bisa nangis and bilang, “Thank You, God!” Semua kata-kata kekaguman gue akan Tuhan dan besarnya syukur gue ke Dia cuma dapat gue rangkum di sebaris kalimat itu. “Thank You, GOD!” Ajaib banget gimana Tuhan mencukupkan semua kebutuhan kami. Tidak hanya mencukupkan, gue jadi ngerti bangeeeeeet apa tuh artinya diberi hidangan di hadapan lawanku (mazmur 23). DAHSYAT! Dan kesempurnaan pemeliharaan Tuhan kembali Ia nyatakan baru-baru ini. Beberapa hari lalu gue sebenarnya sedang gak punya uang bangeet (hehehe). Duit cuma sisa Rp. 250 ribu. Gue udah minta uang tambahan beberapa kali ke suami, sampe malu mau minta lagi. Hahahah. Bukan karena ia pelit (karena pasti dikasih, tp kok ya jadi istri kebangetan banget siiih. Gak bisa atur uang sampe minta uang melulu.) Gue pun tergoda mau pinjem ke adik gue and pas gue gajian akan gue bayar. Tetapi Roh Kudus ingetin, “No! Jangan!” Gue taat dan mikir ya kumaha engke weh lah. Minta-minta or share gue bokek ke orang lain, selain adik-adik or suami adalah hal pantang buat gue. Eh ndilalah, gak disangka-sangka dalam seminggu kemarin ada tiga orang yang tiba-tiba masukin uang ke tas gue dong.. Mewek deh gue jadinya… 
 
Tidak hanya mencukupkan, tetapi gue juga melihat dan merasakan, gimana Ia membawa pelayanan gue ke dimensi yang lebih tinggi. Cara dan sikap gue dalam memuji dan menyembah Dia pun menjadi berbeda! Susah gue ceritainnya, karena hanya bisa gue rasakan dan alami, tetapi gak berarti gak nyata. Semua karena anugerah semata. Contohnya, beberapa hari lalu, gue diberi kesempatan untuk melayani Dia kembali sebagai worship leader. Dari sejak persiapan, gue bilang sama Roh Kudus, “Please tolong saya. I can not do it without You. Tolong aku untuk mengerti apa yang Bapa mau. Lagu dan pujian apa yang Allah ingin kami nyanyikan. Berikan nyanyian baru di bibirku, ya Roh Kudus.”
Dan luar biasa, saat ibadah 1 setelah lagu pertama, di kepala gue terbersit untuk menyanyikan pujian Besar Allahku, tetapi entah mengapa lagu yang keluar dari bibir gue malah, Dimuliakan Ditinggikan. Lagu yang kita gak latih sebelumnya, tetapi musik mendadak ngeflow dengan indahnya. See? Roh Kudus is real!!! 

Andalkan Dia, maka hidup kita akan dituntun dari satu kemuliaan kepada kemuliaan. Biarkan Ia memimpin seluruh aspek kehidupan kita, niscaya kita akan dibawa kepada pengenalan tentang Allah yang jauh lebih dalam dari sekedar pengetahuan. Taati Dia, maka hidup yang penuh dengan kemenangan akan menjadi bagian kita. Amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar