Sabtu, 14 September 2013

Latih Anak Berperang

Waktu gue kecil, seorang senior, pria dan berperawakan jauh lebih besar memukul gue dengan keras..

Gue lari, nangis pulang ke rumah..Liat gue begitu, Bokap langsung nanya dan gue ceritain kejadian yang baru gue alami. Gue berharap dia akan pergi mendatangi senior gue dan membela gue...

But, he didn't. ..!

Dia justru bilang, "Cengeng! Lawan balik dong! Klo gak bisa mukul, ya tendang..Gak bisa tendang, sambit batu. Pasti ada cara ngelawan, walau musuh loe raksasa." Dia paksa gue pergi untuk lawan senior raksasa itu.

I was very disappointed.

Namun, pagi ini, gue mendapat pelajaran berharga dari peristiwa itu.

Cara Bokap memang sangat ekstrim and I won't do that to my sons. Tapi, gue kini mengerti mengapa ia perlu melakukan itu. Ia bukannya tidak bisa bela gue, tapi he had to teach me how to fight my own battle. Gak bisa toh kita minta orang tua atau orang lain yang terus2an memerangi pertempuran demi kita.

THEY HAVE THEIR OWN BATTLE, FOR GOD SAKE!

Beberapa waktu lalu, ketika anak gue dibully di sekolah, sebagai orang tua gue sangat marah, tetapi gue tahu, bahwa ini waktunya Jamie harus belajar mengatasi masalahnya dan tidak sembunyi di belakang pembelaan orang tuanya.

Gue paksa untuk dia sendiri yang melapor masalah tersebut ke gurunya..Dia sempet kesel, or maybe hated me a little. .I didn't mind, cause I need to do that for his sake.

Untuk mengetahui apakah ia sudah menyelesaikan persoalannya, diem2 gue ke sekolah dong untuk cari tahu. I was very happy, when I found out, he has already solve it with his home teacher and his peers.

Kita harus mengerti, bahwa bentuk sayang kita kepada anak-anak tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pelukan, ciuman atau belaian. Kadang kala, demi kebaikan mereka, kita perlu mendidik, mendisiplin, bahkan melatih mereka untuk "berperang".

Mungkin terlihat "tega", tapi justru kita jahat, kalau sebagai orang tua, kita terus menerus membiarkan mereka sembunyi di balik ketiak kita. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang rapuh, cengeng dan tidak bertanggung jawab.

Kecakapan mereka dalam mengatasi persoalan mereka sendiri dan kemampuan mereka bertanggung jawab adalah bekal yang harus kita siapkan bagi masa depan mereka.

I ain't a perfect parent but at least I won't stop learning. Parenting isn't easy but fun to learned.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar